0

Need help please…..

Mamak kembar butuh saran, buth bantuan nih. Bagaimana cara melepaskan kebiasaan tidur dengan ayunan? Gimana sih caranya ngajarin anak untuk tidur dengan sendirinya, tanpa diayun, tanpa dinenen? Sampai sekarang saya masih bingung, belum ketemu jawabannya. Sampai dengan usia saat ini yang hampir 18 bulan ( satu setengah tahun lohhh ) Rama dan Krishna bisa tidur hanya dengan 2 cara :

  1. Bobo nen ( artinya : bobo sama mama dan minta nenen ). Bobo dengan cara ini adalah cara ternyaman bagi mereka. Seringnya dilakukan dengan cara tandem diketekin kanan kiri sama mamaknya ( Uwoooo tutup muka ). Bobo dengan cara ini bisa bertahan lama selama mamanya masih ada di tempat tidur, kalau mamanya ngga ada, bisa maksimal 1 jam lah ( tidur siang) kalau tidur malam bisa lebih lama. Kalau tidur malam biasanya mereka mulai tidur sekitar jam 11 malam, bangun minta nen lagi sekitar jam 1/2 pagi, dan pagi sekitar jam 4/5 minta nen lagi. Abis minta nen balik badan dan bobo lagi. Nah, kalau lagi jadwalnya kerja, saya biasa bangun jam 5 / 6 ( tergantung sikon ), kalau saya sudah ga ada di tempat tidur mereka biasa bertahan maksimal 1 jam tanpa saya. Nah kalau udah ngek tapi mamanya udah bangun gimana? Ada 2 jawaban, mamanya balik lagi buat nenenin atau masuk ayunan. Ayunan??? Ya AYUNAN
  2. Bobo Ayun. Si kembar udah kenal ayunan sejak umur 3 bulan. Kebiasan turun temurun orang Bali, jika sudah berumur 3 bulan bali ( 105 hari) maka akan dibuatkan upacara3 bulanan dan salah satunya adalah mengenalkan ayunan pada anak. Nah, waktu umur 3 bulan itu ceritanya si kembar udah punya ayunan dan tiangnya ( di bawah saya kasi tunjuk deh bentuknya kaya apa). Ayunan dapat hadiah dari Pak Sugiarto dan istri ( tetangga sebelah rumah ), sekaligus dikasi 2 biji. Dan tiangnya bikin dari besi di tukang las. Dari usia 3 bulan itulah mereka doyan banget bobo ayun, dari yang cuma diem aja di ayunan, terus udah mulai bisa minta turun dengan cara nangis, dan sekarang sudah bisa turun sendiri tanpa dibantu. Jadi saya sudah ngga heran kalau mereka tidur di ayunan dan tiba-tiba udah keluar kamar, ya karena turun dengan sendirinya tanpa dibantu.
ayun

Ini dua kepompong upsss ini dua ayunan si kembar

Pertanyaan besar saya hingga saat ini, bagaimana membiasakan mereka untuk tidak tidur dengan ayunan? Karena hingga saat ini, kalau saya sedang tidak ada, mereka HARUS pakai ayunan kalau mau bobo. Saya nanya sana-sini, jawabannya cuma satu sih, konsisten kalau mau ngebiasain. Tapi masih sangat susah buat dilakukan, karena kalau saya tinggal kerja, kadang yang ngasuh anak-anak cuma papanya seorang diri. Kan dilema, gimana coba caranya kalau dua-duanya minta bobo tanpa dibantu ayunan? Any advice?

Iklan
0

Si Kembar Kena Flu Singapura

Si kembar habis sakit, mamak sedih. Mau cerita tentang sakitnya si kembar. Siapa tau ada yang ngalamin juga. Senang bisa berbagi pengalaman dan semoga bermanfaat.

Sejak tanggal 27 Agustus 2017 dini hari badan Krishna mulai panas, sekitar jam 6 pagi mulai saya beri parasetamol. Mungkin dia mau numbuh gigi kata saya ke suami, karena di gusinya keliatan merah dan bengkak. Pagi harinya dia mulai agak rewel, mau maem, mau maen tapi cepet capek keliatannya. Sore hari panas lagi, suhu badannya sampai 39,3 C. Malam sekitar jam 8 mulai keluar bintik2 merah di telapak kaki. Suami saya curiga Krishna kena Flu Singapura. Saya bilang, ke dokter saja dulu, daripada ngira-ngira. Akhirnya nelpon Klinik Vidyan dan ada dokter anak tapi bukan dokter Romy, yang jaga dokter pengganti. ya sudah gpp, yang penting dapat penanganan dulu pikir saya. Malam itu juga Krishna diperiksa dan Rama juga ikut ke dokter tapi dia baik-baik saja, ga ada tanda-tanda ketularan.

Menurut dokter ( namanya dokter Dwi ), Krishna tertular virus, tapi dia ngga bisa bilang ini Flu Singapura karena biasanya Flu Singapura baru ketahuan hari ke 2 atau ke 3. Kami pulang dengan membawa obat puyer, antivirus ( saya lupa merknya ),  dan salep buat dioles ke sariawannya. Malam harinya Krishna ga nyaman tidurnya, kasian juga, mau nenen juga agak susah, mungkin sakit karena sariawan di lidahnya itu. Besoknya, tanggal 28 Agustus 2017 saya harus pergi kerja, itupun saya terlambat lebih dari 1 jam karena Krishna bener-bener rewel dan harus ngajak Rama ke rumah orang tua saya ( niatnya supaya ngga ketularan ).

Sebelum nitip Rama, badannya sudah mulai panas, saya kasi parasetamol saja, sebenarnya udah ada feeling dia tertular, tapi tetap antisipasi saya titip dulu. Saya berangkat kerja seperti biasa ngerjain tugas kantor sampai beres, dan jam 12 an suami nelpon, bilang kalau Krishna ngga mau makan, ngga mau minum, dan nangis terus. Di telpon saya denger Krishna nangis. Ya ampun, di saat seperti itu ibu mana yang ngga bingung. Saya bilang ke suami, buat ngajak Krishna ke dokter kalau memungkinkan. Tapi suami saya nyuruh saya pulang saja, karena dia juga bingung kalau sendirian. Akhirnya saya pulang dan ijin ke atasan.

Sampai rumah, Krishna udah keliatan tenang lagi nonton video dan saya liat air liurnya menetes sampai dipakein bib ( lap iler ) yang juga jadi basah. Kasian sekali liatnya, saya coba kasi nenen, dia mau, suami saya aga lega. Kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke dokter. Di kulitnya mulai muncul bintik-bintik merah.

flu-singapura

Kurang lebih penampakannya mirip ini. ( Sumber : https://mediskus.com/penyakit/flu-singapura

Setelah diperiksa dokter Romy, dokter mengatakan Krishna terkena Flu Singapura. Sayang langsung nanya, gimana caranya supaya Rama tidak tertular, menurut dokter sebisa mungkin kurangi kontak keduanya ( bingung kan gmana caranya? wong nenennya aja barengan). Dokter cuma nambahin obat Imunped ( vit C dan Zinc ) dan salep untuk bintik-bintiknya ( saya lupa merknya ).  Obat lain diteruskan saja kata dokter. Nah,,, ternyata bener feeling bapak kembar.

Sepulang dari dokter kami langsung jemput Rama ( saya udah ngga mikir urusan kantor lagi, maafkan saya Indonesia ). Pas masuk rumah, saya liat Rama lagi digendong kakeknya, dia mulai nangis pas liat saya dan beneran donk, air liurnya keliatan menetes juga, badannya panas ( Hati mamak tambah sedih anak-anak ku sayang ). Rama juga udah ketularan virus ini. Malam itu juga Rama jadi rewel seperti Krishna kemarin dan susah banget mau nenen, syukurlah Krishna sudah agak tenang dia sudah bisa tidur ga seperti malam sebelumnya. Sekarang giliran Rama yang rewel, tiap mau nenen dia nangis karena mungkin sakit di mulutnya. Dia sampai mukul-mukul saya, mungkin kesel karena nggak bisa mimik padahal haus. Rama juga minum obat yang sama dengan Krishna. Pagi harinya dia mulai agak nyaman setelah saya beri obat kedua kalinya sekitar jam 5 pagi.

Dan syukurlah sore harinya mereka sudah bisa main lagi walaupun belum benar-benar pulih. Setidaknya sudah tidak rewel lagi. PR nya mamak kembar sekarang adalah Krishna yang ngga mau maem bubur dan sejenisnya ( lagi muter otak buat menu makannya). Maunya maem es krim dan puding saja. Tetapi Rama, syukur banget ngga masalah maemnya, tetap mau maem walaupun tidak selahap biasanya.

Mama love you both sayang-sayang gantengku. Husssss husss jauh-jauh sana penyakit.

0

Menabung untuk Otonan Si Kembar

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Bukankah itu sangat sering kita dengar sejak kecil. Semua orang pasti pernah melakukannya. Entah itu dalam urusan keuangan, atau hal-hal lainnya. Saat ini saya lagi menjalaninya. Ini dalam artian sesungguhnya loh. Jadi sekarang ini saya dan suami sedang memulai mengumpulkan receh demi receh biar nanti jadi bukit receh untuk suatu goal. Goal nya cukup sederhana sih. Kami mau membiayai otonan si kembar akhir tahun ini. Mungkin bagi sebagian besar orang acara otonan ( kalau yang masih belum tau, otonan itu artinya hari lahir, lebih lengkap silahkan googling aja ya , dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah weton ) hal yang sepele. Tapi tidak dengan kami, dananya memang perlu disiapkan.

To the point aja nih, sekarang ini kami lagi “mendonasikan” seluruh keuntungan bisnis untuk tabungan otonan ini. Jadi setiap penjualan apapun yang kita lakukan, entah itu popok, pulsa ataupun granola, untungnya dimasukin k toples plastik dan nanti rencananya bulan Desember baru dihitung. Semoga usaha kami tetap lancar dan tabungan itu cukup untuk acara bulan Desember.

Eh iya? pada belum tau kan kalau mamak kembar punya bisnis online? Hahaha. Ujung-ujungnya tetap promosi nih. Yang penasaran kepoin aja ya, kita jualan di mana-mana kok. Diantaranya :

Nama Toko di Shopee, Tokopedia dan Bukalapak :  Aande Baliethnic inget yahhh  Aande Baliethnic. Langsung search deh sekarang, produknya murah-murah kok, tapi ga murahan.

Kalau di Instagram beda lagi, nama lapaknya : @bayi.bali barang dagangannya macem-macem lah. Mamak kembar kan segala bisnis dicobain hahaha.

 

0

Nyobain FLIP yuk

Mau cerita tentang keuangan lagi ah… Ngga berat kok. Ini tentang aplikasi yang bernama FLIP. Mungkin sebagian dari anda sudah pernah denger bahkan sudah menggunakannya. Saya baru aja mau pakai nih. FLIP ini adalah sebuah layanan yang dapat digunakan untuk aktifitas transfer antar bank tanpa biaya ( hemat kan?? Mau kan?? ) bisa diakses via website https://flip.id/ atau unduh saja di smartphone Android anda melalui Play Store.

Yang paling penting FLIP ini karya anak bangsa Indonesia loh. Bangga #kibarmerahputih

Kok bisa gratis sih ?? Mana ada yang gratis?? Ga percaya kan ? Jadi cara kerjanya gini nih. Contohnya, saya punya rekening BRI mau transfer ke si A yang punya rekening BNI. Normalnya transaksi ini dikenakan biaya sebesar Rp 4.000 tetapi saat menggunakan FLIP, uang saya harus ditransfer ke rekening BRI milik FLIP. Nanti FLIP lah yang membantu mengirim sejumlah uang yang saya inginkan ke rekening BNI milik si A melalui rekening BNI milik FLIP. Jelas kan? No tipu-tipu lah ini.

Tau FLIP dari iklan, terus saya cuekin karena merasa ga penting dan ga berani nyoba, kan ini berkaitan dengan rekening bank. Bahaya kan, jaman sekarang kejahatan semakin canggih, pasti ada rasa was-was kalau masalah duit. Sempet juga ada yang nanya di grup, saya cuekin lagi. Dan terakhir ada yang bahas di IG dan saya mulai tertarik.

Langkah penggunaan cukup mudah. Nih saya ceritain step by  stepnya ya.

Langkah pertama : Unduh / download Aplikasinya di Play Store ( jangan malahan unduh mantu ,, #apaansih?. Tinggal Search Flip. Logonya warna oranye kaya gini nih

logo

Kedua : Ikuti langkah pendaftaran, ada beberapa yang harus diisi, seperti misalnya Nama, Tanggal Lahir, dan Nomor Identitas ( ini serius loh, artinya beneran pakai identitas yang valid yah, saya pakai NO KTP ).

Ketiga : Setelah pendaftaran selesai. Maka dibutuhkan verifikasi. FLIP ini aplikasi keuangan yang mendapatkan lisensi Bank Indonesia, jadi verifikasi ini WAJIB !!. Nah mudahnya, verifikasi bisa dilakukan di Alfamart teredekat loh. Tinggal datang aja, terus bilang mau Verifikasi FLIP. Saya mau cerita sedikit, waktu saya verifikasi FLIP di Alfamart deket kantor, mas kasirnya belum pernah tau sama sekali lohh tentang FLIP. Tapi di aplikasi sudah tersedia cara ngomong ke Mas Kasir, biar Mas Kasir bisa melakukan verifikasi ( serius ada loh ). Dan benar saja, akhirnya verifikasi berhasil, biaya verifikasi yang harus dibayar ke Mas Kasir hanya Rp 4.000 saja. Terima kasih Mas Kasir.

Keempat : Setelah verifikasi berhasil, maka pada aplikasi akan diarahkan untuk mengunggah identitas  ( saya pakai KTP lagi donk ). Ikuti instruksi selanjutnya yaitu verifikasi by email. Dan klik saja link yang terkirim ke email anda. And taraaaaa FLIP anda sudah bisa digunakan.

Dan sayangnya hari ini saya belum bisa transakasi karena FLIP sedang libur dari tanggal 23 – 29 Juni 2017. Aktif kembali tanggal 30 Juni 2017. Okelah bersabar sedikit lah ya.

Salam 🙂

0

Nugget homemade hampir gagal

Beberapa hari lalu saya liat di timeline Facebook ada yang ngeshare cara bikin nugget, intip-intip lalu muncul ide buat bikin nugget buat si kembar. Dulu waktu belum nikah sudah pernah beberapa kali bikin nugget, kadang berhasil, enak dan habis. Kadang tersisa karena gagal, bantet, rasanya kaya tepung goreng ( hahaha ).

Kembali lagi ke cerita nugget si kembar. Niat bikin nugget dimulai dari belanja ayam, pas beli ayam milih dada, tapi sama dagangnya malah dikasi campur-campur ya walaupun sebagian besar isinya dada. Sampai rumah, masukin kulkas, besoknya mau dimasak udah keluar kulkas. Eh masukin lagi karena mau pergi. Akhirnya baru dimasak dua hari setelah beli.

Pas udah motong bahan, cincang daging ayam, eh si kembar nangis minta nenen mau bobo. Akhirnya adonan setengah jadi masuk kulkas lagi. Setelah situasi aman, saya lanjutin ngeblender adonan nugget. Ngaduknya pakai blender biasa lohh ibu ibu, blender yang buat buah itu loh. Campuran adonan kurang lebih 7 ons lah ya, karena ayamnya yang dibeli 1 kg udah difillet. Setelah semua siap saya tekan tombol angka 1. Blender pun berputar, tapiiiii….. Kok berasap ya? Saya cek lagi, oh mungkin karena berat kerja, saya aduk adonan ( ga ada pikiran sama sekali buat ngurangin isinya ), nambah air. Dan tekan angka 1 lagi, asap keluar lagi. Waduuhhhh. Begitu seterusnya kira-kira sampe 4 kali on off. Dan terakhir, keluar percikan api. Pas saya tekan angka 1 lagi, pisau blendernya ga mau muter. Nah lohhhhh anda tidak beruntung.

Blender rusak dan adonan masih kasar dan si kembar rewel karena rebutan mainan.

Tapi saya ngga mau patah semangat donk, selanjutnya adonan itu saya halusin lagi pakai handblender secara bertahap( semangaaatttt ). Lalu dikukus, dan matangnya sempurna. Tapi tetottttt lupa ngasi garam. Hahaha.

Pas sudah digoreng dan disajikan, hasilnya tidak mengecewakan sama sekali, semuanya sukaaaaa. Bahkan Rama sama Krishna sampai balik ke dapur mau minta dicemilin. Ahayyyy!!!!!!!

Jadi bener kan kalau ada yang bilang tidak ada hasil yang mengingkari usaha? ( eh bener ya quote nya begini )

Salam 🙂

0

Mengincar peralatan masak Royal VKB di Alfamart

Berapa banyak emak-emak di dunia ini yang ga suka diskon ya?? Saya tidak termasuk di dalamnya. Saya kan emak-emak diskon, kadang ada diskon yang beneran dan ga jarang juga diskon bohongan. Ngomong-ngomong soal diskon saya punya cerita seru nih. Seru sih menurut saya.

Beberapa waktu yang lalu saya liat postingan teman di Facebook, dia ngeliatin hasil nuker cooking wear merk Royal VKB yang dia dapat hasil tukar stamp di Alfamart. Saya kan jadi kepo, ini kok bisa dapat barang bagus gini. Langsung deh saya cus nanya-nany lewat BBM ke yang bersangkutan. Ternyata, alat masak itu diperoleh dengan mengumpulkan stamp dalam jumlah tertentu dan nanti bisa ditukar dengan di gerai Alfamart terdekat dan membayar dengan harga diskon ( ya diskon, karena harga aslinya ga segitu kok ). Langsung deh saya pengen, mulai hari itu diniatkan ngumpulin stamp. Tiap mau beli-beli apa, tujuannya ke Alfamart. Kebetulan di Alfamart tiap hari Jumat, Sabtu, Minggu ada promo diapers, pas lah sekali menempuh dayung dua tiga pulau terlampaui ( aiiiiiihhh ciahhhh ). Tiap pembelanjaan sebesar Rp 30.000 dapat 1 stamp, ada juga stamp bonus dengan berbelanja produk sponsor.

Adalagi cerita lain, pertama kali saya minta stamp ke kasir, saya dikasi stamp fisik lebih dari yang seharusnya saya terima, wuihhh dengan senang hati donk sayang terima ( makasi banyak mas kasir yang baik hati ). Mulai deh saya kumpulin tuh stamp fisik sampai terkumpul 15 biji. Dan setelah itu saya kumpulin stamp digital juga. Pokoknya dengan semangat baja deh buat dapetin alat masak ini.

Saat tiba waktu penukaran karena stamp yang terkumpul sudah mencukupi, saya tahan dulu, karena alasan utamanya duitnya masih buat yang lain sih, hihihi. Akhir bulan April ini saya baru mulai nanya-nanya ke gerai Alfamart terdekat buat nyari alat masak inceran saya. Dan ternyata tetotttt, sebagian besar sudah habis, dan produk yang saya incer ( Casserole Royal VKB ) bener-bener sudah habis. Gerai terkahir yang saya tanyain, menjelaskan kalau bisa pesan dulu kok kalau memang kehabisan, nanti kalau barang sudah ready akan diberi kabar ( Ini satu-satunya yang beneran mau kasi info ini, walaupun sebenarnya saya sudah tau bisa nuker dengan cara ini ). Saya jadi jatuh cinta  sama kasir itu, eh salah, saya jadi yakin kalau mau tuker stamp di gerai Alfamart ini saja ( Gerai Alfamart di By pass Ngurah Rai dekat Simpang Siur, kiri jalan kalau dari arah Bandara ke Simpang Siur ).

Beneran donk, kemarin tanggal 30 April 2017, saya nukerin stamp fisik saya di sana. Dilayani dengan sangat baik, sebenarnya stamp yang terkumpul berjumlah 15 biji, tapi saya menukar dengan produk Sauce Pan yang cukup dengan 10 biji stamp saja ditambah uang sebesar Rp 89.900 ( gpp saya ikhlas kok, kan tadi udah bilang, awalnya bisa dapat banyak stamp kaya apa, hahaha ). Seneng banget lah pengorbana saya ngumpulin stamp ga sia-sia. Dan produk yang saya mau ready di sana. Ntar lagi mau nuker Casserole nya ya Mas, nunggu stamp digitalnya terkumpul, kata saya ke mas kasir. Terima kasih Alfamart dan mas-mas Alfamart yang baik hati di sana

20170430_213534

Ini dia Sauce Pan Royal VKB inceran saya dan belanjaan diapersnya

Salam 🙂

0

My life with twins

Saat orang lain melihat kelucuan foto anak-anak kembar, ngga sedikit orang yang berharap pengen punya anak kembar. Bahkan beberapa waktu lalu viral di medsos postingan “menjebak” dari ibu-ibu yang memposting foto hasil USG bayi kembar.

Tetapi, mempunyai anak plus dianugerahi anak kembar yang sehat sempurna adalah pemberian Tuhan yang sudah sangat lebih dari apa yang saya harapkan. Setelah lebih dari satu tahun menunggu dengan berbagai usaha dan doa. Saat bayi-bayi mungil itu hadir ke dunia, kami ( saya dan suami ) sebagai orang tua baru benar-benar mulai dari nol. Bagi saya mengurus dan merawat bayi sudah pernah saya alami waktu kehadiran adik bungsu saya yang lahir saat saya sudah berusia 17 tahun, walaupun tidak sepenuhnya dengan kondisi yang sama. Sementara, sekarang saya harus benar-benar berhadapan dengan dua bayi, kondisi mereka yang lahir premature dan berat badan lahir rendah. Sekitar dua hingga tiga bulan pertama setelah melahirkan, bapak dan mama saya masih datang setiap malam dan menginap di rumah kami, tetapi pagi hari mereka pulang dan kembali lagi saat sore hari karena harus bekerja. Kalau orang tua saya tidak bisa membantu, entah bagaimana jadinya. Bersyukurlah mereka masih sehat dan sangat membantu kami.

Setelah kembali bekerja sehabis cuti melahirkan selama tiga bulan ( maunya saya 6 bulan sih, kan anaknya dua, maunya saya ) kerepotan lain dimulai. Saat pagi hari menyiapkan perlengkapan pumping, menyiapkan sarapan untuk suami. Saat saya tinggal bekerja anak-anak diasuh suami, dan dibantu juga oleh bapak saya ( ga cukup rasanya sebanyak apapun saya berterima kasih atas semua pengorbanan orang tua saya ).

Kerepotan berikutnya saat mereka mulai MPASI ( Makanan Pendamping ASI ), awal-awal MPASI saya siapkan menu tunggal seperti yang dibahas di grup-grup MPASI. Mulai ke sini saya makin jarang masakin anak-anak. Sempat juga saya agak kecewa dengan suami, karena saya sudah capek-capek masak, tapi suami saya ga mau nyuapin karena katanya anak-anak ngga suka, jadi mesti dua kali kerja karena tetep harus nyeduh bubur instan juga. Ya begitulah memang kondisinya, ada up and down nya, itu pasti. Up nya itu pada saat saya masakin dan anak-anak makan dengan lahapnya. Ihhh seneng banget deh pokoknya, sampai nunggu waktu makan berikutnya, hahaha.

“Trus apa bedanya punya anak kembar dan anak tunggal ?”

Pastinya berbeda. Pertama, kalau dilihat dari segi pengeluaran, hampir sebagian besar pengeluaran untuk anak dikalikan dua, misalnya popok, pakaian, perlengkapan bayi, tetapi ga semua juga sih, ada barang-barang yang ga saya beli 2 biji, kaya misalnya carseat ( demi menghemat juga sih ).  Kedua, saat punya anak kembar, waktu istirahat akan berkurang, karena saat anda punya anak tunggal, saat anak anda tidur, berarti anda bebas menentukan pilihan mau ikut tidur atau mengerjakan sesuatu sambil menunggu si kecil bangun tidur. Tapi untuk ibu-ibu kembar, saat satu anak tidur, dan anak yang lain belum tidur, tetottt. Makanya akan sangat “efisien” kalau waktu tidur dan makan mereka berbarengan, tapi ini tidak selalu terjadi pemirsah. Ketiga, akan sangat terasa jika ingin bepergian, saat punya anak tunggal, ayah, ibu dan anak, kalau dibuat perbandingan, dua orang mengawasi satu anak ( belum dihitung bagi yang mengajak baby sitter ). Sementara untuk kondisi keluarga saya, saya, suami dan dua anak, jadi perbandingannya satu ornag mengawasi satu anak. Nanti saya ceritain deh bagaimana dan apa aja yang dibawa saat kami bepergian. Seru dehhh. Yang lain, yang ga kalah penting juga, hampir setiap ketemu orang-orang, kami ditanyain dengan pertanyaan yang sama, “anaknya kembar ya?” Lalu ditambah dengan pertanyaan, “Cewe apa cowo?” ( hahaha ini agak lucu, karena banyak yang bingung ini si kembar cewe apa cowo, abis mata mereka lentik kaya cewe sih ).

Sekian dulu lah ya ceritanya, nanti kita lanjut lagi

Salama 🙂